Adinegoro Artwork Studio

All about design.

Desktop Themes

All about desktop themes, rainmeter, skins, ETC.

Design Service

I'll design all kind of things by request.

Knowledge

All kind of knowledge.

Just Words

Just some of beautiful words.

Showing posts with label Great Life. Show all posts
Showing posts with label Great Life. Show all posts

Tuesday, September 1, 2015

Menutup Aib diri Sendiri dan Orang lain

Menutup Aib diri Sendiri dan Orang lain

Oleh Ust. H. Zulhamdi M. Saad, Lc
 
Usai shalat ashar di masjid Quba, seorang sahabat mengundang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beserta jamaah untuk menikmati hidangan daging unta di rumahnya. Ketika sedang makan, ada tercium aroma tidak sedap. Rupanya diantara yang hadir ada yang buang angin. Para sahabat saling menoleh. Wajah Rasulullah sedikit berubah tanda tidak senang. Maka tatkala waktu sholat maghrib hampir masuk, sebelum bubar, Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang makan daging unta,  hendaklah ia berwudhu!". Mendengar perintah Rasulullah tersebut maka seluruh jamaah mengambil air wudhu. Dan terhindarlah aib orang yang buang angin tadi.
 
Aib adalah suatu cela atau kondisi yang tidak baik tentang seseorang jika diketahui oleh orang lain akan membuat rasa malu, rasa malu ini membawa kepada efek sikologi yang negatif jika tersebar.
 
Namun banyak kita dapati di tengah keseharian kita, pembicaraan dan obrolan itu sepertinya tidak asyik kalau tidak membicarakan aib, cacat dan kekurangan yang ada pada orang lain, padahal obrolan itu bukanlah perkara ringan dalam pandangan Islam.
 
Ajaran Islam melarang keras aib seseorang diceritakan, dan tidak boleh sekali-kali menyebarkan tentang apa atau bagaimana kondisi yang tidak baik tentang seseorang, bahkan islam mengajarkan untuk menutupinya. Allah berfirman dalam Surat Al Hujarat ayat 12 yang artinya:
 
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan aib orang lain; dan janganlah kamu mengumpat sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, jauhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya: "Wahai orang yang beriman dengan lisannya, tetapi tidak beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah mengintip aib mereka, maka barang siapa yang mengintip aib saudaranya, niscaya Allah akan mengintip aibnya dan siapa yang diintip Allah akan aibnya, maka Allah akan membuka aibnya meskipun dirahasiakan di lubang kendaraannya." (HR. at-Tirmidzi)
 
Bahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga melarang seseorang untuk membuka aib dirinya sendiri kepada orang lain, sebagaimana sabdanya: "Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan (melakukan maksiat). Dan termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan maksiat di malam hari, kemudian di paginya ia berkata: wahai fulan, kemarin aku telah melakukan ini dan itu –padahal Allah telah menutupnya- dan di pagi harinya ia membuka tutupan Allah atas dirinya." (HR. Bukhori Muslim)
 
Sebaliknya, Rasulullah memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang menutup aib saudara-saudara mereka, dengan menutup aib mereka di dunia dan akhirat, seperti dalam hadits shahih:  "Dan barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah menutup aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
Adapun aib yang ada pada seseorang bisa dibagi menjadi dua kategori:
Pertama, aib yang sifatnya khalqiyah, yaitu aib yang sifatnya qodrati dan bukan merupakan perbuatan maksiat. Seperti cacat di salah satu organ tubuh atau penyakit yang membuatnya malu jika diketahui oleh orang lain.
Aib seperti ini adalah aurat yang harus dijaga, tidak boleh disebarkan atau dibicarakan, baik secara terang-terangan atau dengan gunjingan, karena perbuatan tersebut adalah dosa besar menurut mayoritas ulama, karena aib yang sifatnya penciptaan Allah yang manusia tidak memiliki kuasa menolaknya, maka menyebarkannya berarti menghina dan itu berarti menghina Penciptanya. (Imam al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin).
Kedua, aib berupa perbuatan maksiat, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.  Maksiat yang dilakukan sembunyi-sembunyi juga terbagi menjadi dua:
Pertama: Perbuatan maksiat yang hanya merusak hubungannya secara pribadi dengan Allah seperti minum khamr, berzina dll. Jika seorang muslim mendapati saudaranya melakukan perbuatan seperti ini hendaklah ia tidak menyebarluaskan hal tersebut, namun dia tetap memiliki kewajiban untuk melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar. Imam Syafi’i berkata, “Siapa yang menasehati saudaranya dengan tetap menjaga kerahasiaannya berarti dia benar-benar menasehatinya dan memperbaikinya. Sedang yang menasehati tanpa menjaga kerahasiaannya, berarti telah mengekspos aibnya  dan mengkhianatinya." (Syarh Shahih Muslim, Imam an Nawawi).
Kedua: Perbuatan maksiat yang dilakukan sembunyi-sembunyi tapi merugikan orang lain seperti mencuri, korupsi dan lain sebagainya. Maka perbuatan seperti ini diperbolehkan untuk diselidiki dan diungkap, karena hal ini sangat berbahaya jika dibiarkan, karena akan lebih banyak lagi merugikan orang lain.
Sebuah kisah masyhur yang ditulis oleh Imam Ibnu Qudamah dalam kitab "Tawwabin" dapat dijadikan pelajaran bagi kita untuk menutup aib diri sendiri dan aib orang lain serta mengakuinya dihadapan Allah dengan bertaubat atas dosa tersebut.
Disebutkan bahwa pada zaman nabi Musa 'alaihis salam, Bani Israil ditimpa musim kemarau yang berkepanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata , "Wahai Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami." Maka berangkatlah nabi Musa 'alaihis salam bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas bersama lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan kondisi yang lusuh penuh debu, haus dan lapar.
Musa berdoa, "Wahai Tuhan kami turunkanlah hujan kepada kami, tebarkanlah rahmat-Mu, kasihilah anak-anak dan orang-orang yang mengandung, hewan-hewan dan orang-orang tua yang rukuk dan sujud."
Setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin kemilau. Kemudian Musa berdoa lagi, "Wahai Tuhanku berilah akmi hujan". 
Allah pun berfirman kepada Musa, "Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Keluarkanlah ia di depan manusia agar dia berdiri di depan kalian semua. Karena dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian. "
Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, "Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun, keluarlah ke hadapan kami, karena engkaulah hujan tak kunjung turun."
Seorang laki-laki melirik ke kanan dan kiri, maka tak seorang pun yang keluar di depan manusia, saat itu pula ia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud.
Ia berkata dalam hatinya, "Kalau aku keluar ke depan manusia, maka akan terbuka rahasiaku. Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun. "
Maka kepalanya tertunduk malu dan menyesal, air matanya pun menetes, sambil berdoa kepada Allah, "Ya Allah, Aku telah bermaksiat kepadamu selama 40 tahun, selama itu pula Engkau menutupi aibku. Sungguh sekarang aku bertobat kepada-Mu, maka terimalah taubatku. "
Belum sempat ia mengakhiri doanya maka awan-awan tebalpun bergumpal, semakin tebal menghitam lalu turunlah hujan.
Nabi Musa pun keheranan dan berkata, "Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di depan manusia." 
Allah berfirman, "Aku menurunkan hujan karena seorang hamba yang karenanya hujan tak kunjung turun."
Musa berkata, "Ya Allah, Tunjukkan padaku hamba yang taat itu."
Allah berfirman, "Wahai Musa, Aku tidak membuka aibnya padahal ia bermaksiat kepada-Ku, apakah Aku membuka akan aibnya sedangkan ia taat kepada-Ku?!"
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, cela dan dosa tertentu pada dirinya, maka suatu aib yang ada pada seseorang dapat dijadikan pelajaran bagi orang lain untuk dapat belajar dan memperbaiki diri agar tidak melakukan hal serupa yang akan menimpa dirinya dan orang lain akibat perbuatannya tersebut.
Maka beruntung dan berbahagialah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri dari disibukkan dengan aib orang lain. Begitulah Rasulullah Saw menyampaikan dalam sabdanya: "Berbahagialah orang yang disibukkan dengan aibnya sendiri, sehingga ia tidak sempat memperhatikan aib orang lain." (HR Al-Bazzar dengan Sanad hasan).
Sungguh indahnya ajaran Islam yang menuntun kita agar menjaga aib kita sendiri dan menjaga aib orang lain, dan terus berupaya memperbaiki diri. Wallahu a'lam bishowab.

Monday, June 2, 2014

6 Hal Yang Akan Melesatkan Karier dan Meringankan Beban Kerjamu!

Sering nggak sih ngerasa capek gara – gara beban kerja yang terasa berat banget? Atau jangan – jangan kamu udah ngerasa enggak betah di tempat kerjamu yang sekarang?
Eits, jangan putus harapan dulu donk! Ada baiknya sebelum kamu mutusin buat keluar dari tempat kerjamu, kamu lakukan beberapa hal di bawah ini, siapa tahu kamu bisa lebih enjoy lagi buat bekerja!
Lalu apa aja ya?! Langsung aja nih dicoba….

1. Datanglah Tepat Waktu

Datanglah ke kantor tepat waktu
Datanglah ke kantor tepat waktu via www.thestyleking.com
Terdengar simpel dan gampang kan ya?! Tapi tunggu dulu, masuk kerja on time itu nggak gampang lho?! Apalagi buat kamu – kamu yang harus menerjang dan membelah macet untuk bisa nyampe di kantor. Duh, jalan buat ke kantor aja bisa nyampe 2 jam tau!
Masuk kerja tepat waktu memberimu beberapa keuntungan, salah satunya kamu akan dinilai sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab. Sedangkan telat masuk kantor akan meninggalkan kesan yang buruk dan hanya akan merusakkan hari – harimu. Di samping itu kamu akan terlihat ceroboh dan tidak bisa diandalkan.” ujar Lynn Taylor, penulis buku Tame Your Terrible Office Tyrant.
Terus kalau udah dicap profesional dan bertanggung jawab ditambah dengan kerjaanmu yang mulus tanpa masalah, maka tinggal tunggu waktu aja kan buat dapat promosi dan naik jabatan.

2. Jangan Bawa Masalah Pribadimu ke Kantor

Jangan bawa masalah pribadimu ke kantor
Jangan bawa masalah pribadimu ke kantor via www.pacificmortgage.com.au
Jika suatu hari kamu merasa hari itu adalah hari sialmu dan kamu gak siap buat dunia gara – gara masalah pribadimu, maka tenangkan dirimu sebelum kamu bergumul dengan semua kerjaan yang menumpuk di hadapanmu. Jika kamu nekat mau kerja sebelum kamu tenang sih ya nggak papa, tapi tentu saja hasilnya engga bakal maksimal seperti saat kamu udah tenang dan berpikir dengan jernih kan?
“Menenangkan diri adalah cara yang bagus untuk bisa mengatur mood dan perasaanmu sepanjang hari, luangkan sedikit waktu untuk dirimu sendiri sebelum mulai sibuk dan tenggelam dalam pekerjaanmu,” jelas Michael Woodward, seorang konsultan organisasi dan penulis buku The YOU Plan.
Kamu bisa meluangkan waktu selama 5 menit untuk sekadar berjalan – jalan, memakan makanan favorit dan membuat minuman favorit, mencuci muka atau mendengarkan musik. Pokoknya lakukan hal – hal yang akan membuatmu tenang dengan waktu 5 menit tersebut.

3. Jangan Moody!

Jangan moody
Jangan moody via www.ngf-hope.org
Sadar enggak kalau emosi yang kamu miliki itu sangat berpengaruh terhadap sikap dan performamu di kantor?! Dan tak hanya itu, mood jelekmu bahkan bisa juga mempengaruhi mood rekan – rekan kerjamu, lho.
Untuk itu penting banget buat ngusahain biar moodmu selalu oke setiap harinya.
“Satu jam pertama dari jam kerjamu dapat menjadi barometer moodmu pada hari itu. Dan satu orang dengan mood yang buruk di pagi hari dapat mempengaruhi semua rekan kerjamu yang lain.” jelas Michael Keer, penulis buku Humor at Work.
Nah kan, kamu enggak mau kan jadi public enemies di kantormu?!

4. Atur Jadwal Rencana Harianmu

mulai rencanakan harimu
Mulai rencanakan harimu… via torreyshannon.com
Jika kamu engga terbiasa untuk mengatur jadwal harianmu, mulai sekarang coba deh untuk mengatur jadwal ataupun to-do list yang akan kamu lakukan dalam satu hari itu. Memiliki to-do list ini akan memudahkanmu untuk fokus pada hal – hal penting yang harus terlebih kamu lakukan.
“Banyak orang yang terganggu dengan banyaknya kegiatan yang harus mereka lakukan tiap harinya, namun anehnya mereka justru melakukan hal – hal yang sebenernya tidak begitu penting untuk dikerjakan. Kunci suksesnya adalah dengan menggunakan “waktu – waktu emasmu” untuk melakukan hal terpenting yang harus dilakukan pada hari itu.” jelas Anita Attridge, seorang konsultan karir dan hubungan organisasi.

5. Sapa dan Bekerja Samalah Dengan Rekan – Rekan Kerjamu

pupuk hubungan yang baik dengan rekanmu
Pupuk hubungan yang baik dengan rekanmu via i.huffpost.com
Sapaan dan senyuman hangat yang kamu berikan pada rekan kerjamu akan membangun mood yang baik untuk menceriakan harimu dan hari – hari mereka. Cara ini adalah cara yang paling baik untuk membangun kerjasama tim yang solid dan membuatmu lebih enjoy untuk bekerja setiap harinya.
Bahkan Michael Keer menyarankan untuk melakukan meeting pendek selama 5 – 10 menit untuk saling sharing tujuan dan berbagi informasi penting yang berkaitan dengan proyek – proyek tim kalian. Meeting pendek ini pada akhirnya akan membuat setiap anggota tim merasa terlibat dan merasa lebih dekat satu sama lain.

6. Rapikan Tempat Kerjamu

Hmm…coba bandingan dua tempat kerja di bawah ini deh:
Kantor berantakan
Kantor berantakan via fc07.deviantart.net

Kantor teratur
Kantor teratur via dako.rawrstudios.com
Tempat kerja mana nih yang membuatmu semangat untuk kerja?
Menurut Alexandra Levit, penulis buku Blind Spot: The 10 Business Myths You Can’t Afford to Believe on Your New Path to Success, tempat kerja yang rapi akan membantumu untuk fokus dan memudahkanmu untuk bekerja. Lagipula dengan tempat kerja yang rapi, kamu akan lebih mudah untuk menemukan barang – barang kecil yang sering nyelip, seperti memo dari bos dan rekan kerja tentang deadline kan?!

Cara membuat hidup jadi luar biasa

Kita gak akan selamanya hidup di dunia. Oleh karena itu, kita harus memilih menjadi seperti apakah selama kita hidup. Robin Sharma,  penulis dan pelatih kemampuan kepemimpinan asal Kanada, merumuskan 39 poin agar kita dapat menjalani hidup yang benar-benar hidup sehingga sanggup memberi makna bagi sekitar kita.

 1. Bermimpilah dan milikilah visi setinggi mungkin.

Dream big
“Kalau orang-orang tak menertawai mimpi-mimpimu, kamu belum memiliki impian yang benar-benar besar.” via www.robinsharma.com
Jangan membatasi mimpimu. Biarkan saja orang-orang menertawakanmu dan meragukanmu. Anggap itu sebagai motivasi untuk memacu dirimu meraih impianmu.

2. Pusatkan perhatian pada seberapa banyak orang-orang yang kamu tolong, bukan pada seberapa banyak pengakuan yang kamu dapatkan.

Berhentilah berbuat sesuatu hanya agar kamu diakui orang lain. Berbuatlah sesuatu agar kamu bisa membantu orang lain. Mungkin video ini bisa memotivasi kamu untuk itu.

3. Terus berusahalah untuk menjadi yang terbaik, apapun profesi atau keahlianmu.

Terus berusaha, jangan diam saja.
Terus berusaha, jangan diam saja. via www.reddit.com
Fokuskan waktumu untuk selalu meningkatkan kemampuanmu.

4. Selalu jaga reputasimu.

Reputasimu adalah aset yang tak ternilai harganya. Terus tingkatkan nama baikmu dengan tindakan dan kerja yang baik serta sikap yang bisa menginspirasi orang lain.

5. Ketika kamu gagal, segeralah bangkit.

Lebih baik gagal daripada tak mencoba sama sekali.
Lebih baik gagal daripada tak mencoba sama sekali. via quotes.lifehack.org
Tak ada gunanya terpuruk dan putus asa. Kamu adalah pemenang bagi dirimu sendiri dan kegagalan hanyalah pelajaran menuju kesuksesan

6. Bicarakan hal-hal besar.

Kata-katamu sehari-hari akan menempa keyakinanmu, dan keyakinanmu akan mendorong perilakumu sehari-hari. Berkata-kata seperti singa, bukan domba. Berbicara seperti seorang pemimpin, bukan pengikut.

7. Taklukkan rasa takutmu.

Jangan lari dari rasa takut
Jangan lari dari rasa takut via www.robinsharma.com
Rasa takut bisa menghambatmu, tapi jika kamu sanggup menaklukkannya, rasa takut akan membuatmu berkembang jauh melebihi apa yang kamu harapkan. Hadapi rasa takutmu, dorong dirimu sampai batas.

8. Berhenti mencari-cari alasan.

no excuse
Tak mencari-cari alasan = meruntuhkan batasan via quoteko.com
Jika kita pada dasarnya tidak ingin melakukan sesuatu, kita biasa berdalih atau mencari-cari alasan. Tapi pahamilah bahwa hal yang menurutmu sukar kemarin, belum tentu menjadi mudah hari ini. Lakukanlah apa yang perlu dilakukan hari ini.

9. Abaikan orang-orang yang mencelamu.

Mereka adalah orang-orang yang terancam keberadaannya karena kecemerlanganmu. Jadi, buat apa dipikirkan? Simpan energimu untuk mengembangkan dirimu.

10. Jadilah orang yang memberi manfaat bagi sekitar.

Bantulah sesama
Bantulah sesama via quotes.lifehack.org
Jadilah pelayan bagi sesama. Menjadi orang yang besar berarti menjadi berguna bagi sekitar kita.

11. Curahkan dirimu pada proses.

Proses menuju sukses
Yang namanya sukses tidak pernah mudah via warosu.org
Penampil terbaik dunia setidaknya mencurahkan 2,5 jam waktunya selama 10 tahun untuk berlatih sebelum menjadi bintang besar. Sebuah perusahaan setidaknya butuh waktu 20 tahun untuk menjadi besar. Tidak ada hal-hal besar yang dibangun dalam semalam. Nikmati prosesnya.

12. Bekerja keraslah lebih dari orang lain.

Kemenangan datang dari kerja keras.
Kemenangan datang dari kerja keras. via www.reddit.com
Untuk menggandakan kesuksesanmu, curahkan waktu tiga kali lebih banyak pada pengembangan pribadi dan pembelajaran profesional. Karena orang yang mengetahui paling banyak akan menjadi yang terbaik.

13.  Maafkanlah orang-orang yang perlu dimaafkan.

Memaafkan mendatangkan kedamaian.
Memaafkan mendatangkan kedamaian. via skyranch.org
Dendam cuma akan menghabiskan energimu pada hal-hal yang tidak penting. Kamu jadi kepikiran sama hal-hal yang sebenarnya gak perlu kamu pikirkan, dan itu akan berpengaruh pada kinerjamu secara keseluruhan. Berdamailah. Itu akan lebih baik bagi dirimu sendiri.

14. Jadilah orang yang murah hati.

Berikan pelangganmu pelayanan 100 kali lebih banyak dari yang mereka harapkan. Berikan kekasihmu cinta 100 kali lebih banyak dari yang mereka minta. Dan jangan mengharapkan imbalan.

15. Sempatkan dirimu untuk menyendiri.

Beri waktu untuk menyendiri
Beri waktu untuk menyendiri via www.in-spirelsmagazine.co.uk
Ketika kamu sedang berusaha membangun dirimu menuju kesuksesan, kamu pasti akan menemukan cekcok dan perbedaan pendapat. Saat itulah kamu perlu waktu untuk dirimu sendiri.  Kamu bisa pergi ke suatu tempat dan menyendiri. Dengan menyendiri, kamu bisa mengkaji ulang apa yang kamu lakukan, memperkuat tekad,dan mengisi ulang bahan bakar semangatmu untuk mengejar impian.

16. Buatlah sesuatu yang orisinal.

Karya tiruan tidak akan bisa menjadi sesuatu yang mendunia, selain itu juga akan merusak citramu.

17. Jangan takut terpuruk.

Bruce Lee
“Jangan berdoa agar Tuhan memberimu hidup yang mudah. Berdoalah agar kau diberi kekuatan menghadapi apapun.” via mkalty.org
Rasa takut akan kegagalan dan keterpurukan tidak akan membuatmu maju. Untuk mencapai hal besar yang menjadi passionmu, kamu pasti akan menemui jalan yang terjal serta orang-orang yang gagal paham terhadap dirimu. Bertahanlah dan bayangkan kamu sedang ditempa untuk menjadi yang terbaik.

18. Jangan membiarkan ketidakadilan.

Jika kamu menemukan ketidakadilan di sekelilingmu, jangan diam saja. lakukan sesuatu, berontaklah. Jika kamu membiarkannya, maka kamu akan sama seperti orang kebanyakan, membiarkan dunia ini dikotrol oleh ketidakadilan.

19. Perhatikan kesehatan.

Rutin olahraga dan aplikasikan gaya hidup sehat untuk membantu kita hidup lebih lama. Dengan kesehatan yang baik, maka kita akan lebih berpeluang untuk meraih apa yang kita harapkan.

20. Jadilah dirimu sendiri.

Stop jadi orang lain
Stop jadi orang lain! via brizdazz.blogspot.com
Kebanyakan orang sibuk mengkopi orang lain. Buat apa? masing-masing dari kita diciptakan unik, dengan bakat dan kemampuan yang berbeda satu sama lain, serta jalan menuju sukses yang berbeda-beda pula. jadi, stop berusaha agar sama seperti orang lain.

21. Ucapkan maaf dan terima kasih.

Dengan sepenuh hati, ucapkan “maaf” jika kamu melakukan kesalahan, dan “terima kasih” jika seseorang membantumu.

22. Bersyukur.

Bersyukur adalah obat bagi kesedihan. Dengan bersyukur, kamu akan merasa lebih bahagia, sehingga lebih banyak semangat untuk mencapai hal-hal yang luar biasa.

23. Percaya diri.

Percaya diri
“Kalau kamu nggak percaya pada dirimu sendiri, via www.reddit.com
Percayalah bahwa opini paling penting tentang dirimu adalah opini yang berasal dari dirimu sendiri. Pandanganmu tentang dirimulah yang akan menentukan kesuksesanmu.

24. Berhentilah membandingkan dirimu dengan orang lain.

Membandingkan apa yang telah kamu dengan apa yang orang lain raih hanya akan menghancurkan kepercayaan dirimu. Tiap orang punya rezekinya masing-masing, dan proses yang dilalui masing-masing orang berbeda.

25. Pelihara rasa penasaranmu.

Rasa ingin tahu itu penting
Rasa ingin tahu itu penting via thecreativecrowd.wordpress.com
Contohlah anak-anak: mata mereka berbinar-binar takjub saat menemukan hal baru yang membuat mereka penasaran. Saat kamu kehilangan rasa ingin tahumu, kamu akan kehilangan segalanya.

26. Bayangkan kalau hari kematianmu adalah besok.

Orang yang tahu akan mati esok hari pasti akan melakukan yang terbaik di hari terakhirnya. Lakukan ini dan jadikan bagian dari keseharianmu.

27. Fokuskan dirimu pada satu hal yang berhubungan dengan masyarakat luas.

Tujukan untuk berkontribusi bagi kebaikan masyarakat. Misalnya kamu seorang pecinta lingkungan, gunakan waktumu untuk aksi-aksi lingkungan.

28. Perhatikan hal-hal sampai ke detilnya.

Penyempurnaan kecil dari setiap pekerjaan yang kamu lakukan akan memberi kepuasan tersendiri bagi pelangganmu.

29. Hargailah orang-orang yang bekerja dengan baik.

Ucapkan selamat pada orang yang pantas
Ucapkan selamat pada orang yang pantas via quotes.lifehack.org
Orang-orang yang bermental sukses tidak merasa terancam dengan keberhasilan orang lain. Bila seseorang melakukan pekerjaan menurutmu hebat, gak usah ragu-ragu untuk memuji hasil kerjanya.

30. Fokus pada hidup.

Berfokuslah pada hal-hal hebat yang bisa kamu lakukan selama hidup, bukan pada apa yang akan kamu tinggalkan saat kamu mati.

31. Terus belajar.

Jangan berhenti belajar
Jangan berhenti belajar via quotes.lifehack.org
Sukses adalah milik mereka yang terus belajar dan bertumbuh.

32. Terus maju dan jangan menyerah.

Ketahanan mental
“Jangan menyerah. Tahanlah derita sementara, demi menjadi kampiun seumur hidupmu.” via www.accelerationiowa.com
Saat kamu merasa ingin menyerah, sebenarnya adalah saat di mana kamu harus terus maju. Kegigihan akan membawamu lebih dekat kepada kesuksesan.

33. Kembangkan satu hal yang jadi fokusmu.

Jadilah ahli dalam satu hal atau hanya sekadar bisa dalam berbagai hal.

34. Kesulitan akan menghasilkan kesempatan.

Suatu hal hanya akan menjadi masalah jika kamu memandangnya sebagai masalah. Pandanglah sebuah kesulitan sebagai kesempatanmu untuk berkembang.

35. Orang di sekelilingmu menentukan kesuksesanmu.

Bergaullah dengan orang-orang yang mendorongmu untuk sukses
Bergaullah dengan orang-orang yang mendorongmu untuk sukses via www.aacc.net
Isi obrolanmu akan menentukan seperti apakah kamu. Orang-orang sukses berbicara tentang ide, sementara orang yang biasa-biasa aja berbicara tentang orang lain. Jadi, kalo obrolan di komunitasmu gak jauh-jauh dari nggosipin orang, lebih baik kamu siap-siap cari komunitas baru deh. Habiskan waktumu lebih banyak dengan kumpulan orang-orang yang memotivasimu untuk maju, daripada orang-orang yang meragukan bakatmu.

36. Isi dirimu dengan karya seni.

Datanglah ke pameran-pameran di kotamu dan apresiasi hasil karya mereka. Berada di antara karya-karya hebat akan menginsiprasimu untuk menghasilkan sesuatu yang hebat pula.

37. Jadikan orang-orang di sekitarmu lebih baik dari diri mereka sebelumnya.

Dorong orang lain untuk berkembang
Dorong orang lain untuk berkembang via www.reviveourhearts.com
Orang-orang sukses membangun orang-orang di sekitarnya. Jadilah pribadi yang mendorong orang lain untuk berkembang, bukan yang menjatuhkan mental orang lain.

38. Tetap setia pada idealismemu.

Orang-orang yang selalu optimis sanggup mengubah dunia.



sumber: http://www.hipwee.com/gaya-hidup/cara-mati-yang-luar-biasa-bagi-orang-orang-sukses/